Thursday , January 27 2022
Breaking News
Home / Headline / BI Prediksikan Pertumbuhan Ekonomi DKI 2022 Capai 6,1%
BI Prediksikan Pertumbuhan Ekonomi DKI 2022 Capai 6,1%

BI Prediksikan Pertumbuhan Ekonomi DKI 2022 Capai 6,1%

Jakarta, YukUpdate – Bank Indonesia (BI) memprediksikan pertumbuhan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta pada 2022 akan bertumbuh antara 5,3% hingga 6,1% dari proyeksi akhir tahun ini 3,6% hingga 4,4%.

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan BI optimistis pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta akan kembali normal. “Ya, itu mungkin sekali. Kalau asumsinya, trennya seperti sekarang ini,” kata Onny Widjanarko seusai acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Triwulan 3 2021 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Rasa optimisme itu didasarkan perbaikan ekonomi di tingkat nasional maupun di level provinsi. Salah satunya kinerja ekspor. “Ada permintaan ekspor, ya berarti kan ada pendapatan nanti. Kalau ekspor meningkat, pasti akan ada penambahan kapasitas. Penambahan kapasitas pasti ada beli mesin, butuh tenaga kerja. Jadi salah satu sektor itu saja sudah menarik berapa sektor. Jadi kalau kita lihat sektor-sektor penting itu kalau tumbuh, yang lain akan turut tumbuh,” ujar Onny Widjanarko.

Sektor lain yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta di tahun 2022, yakni transportasi. Saat ini, PT MRT Jakarta sedang membangun Fase 2 yang membentang sepanjang 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Ancol Barat. Fase 2 ini melanjutkan koridor utara—selatan fase 1 yang telah beroperasi sejak 2019 lalu, yaitu dari Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI.

Fase 2 terdiri dari dua tahap, yaitu fase 2A dan fase 2B. Fase 2A terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) dengan total panjang jalur sekitar 5,8 kilometer. Sedangkan Fase 2B terdiri dari dua stasiun bawah tanah (Mangga Dua dan Ancol) dan satu depo di Ancol Barat dengan total panjang jalur sekitar enam kilometer. Fase 2B sedang dalam tahap studi kelayakan.

“Itu kalau seperti di luar negeri, ada MRT-nya, ada stasiunnya, nanti ada transit oriented development (TOD) yang isinya kios-kios banyak sekali. Seperti di luar negeri, orang mau beli apa di situ juga ada potensi ekonomi yang menjanjikan. Dan ini enggak bohong loh, barangnya (MRT) sudah ada,” terang Onny Widjanarko.

Di sektor pariwisata menurut dia, tinggal menunggu momen kebangkitan. Apalagi saat ini sudah memasuki fase revenge (balas dendam) setelah pembatasan dilonggarkan. Warga sudah mulai keluar rumah untuk melakukan aktivitas yang berdampak pada aktivitas ekonomi.

“Jadi saya kira dengan meningkatnya mobilitas orang, transaksi pasti naik. Dan transaksi apapun naik, artinya terjadi pertumbuhan ekonomi, dan itu tinggal kita jaga. Mudah-mudahan pertumbuhannya bisa di sekitar yang kita perkirakan. Itu contoh ya kenapa kita optimistis dengan proyek itu,” jelas Onny Widjanarko.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan laju perekonomian DKI Jakarta sepanjang 2021 akan bertumbuh sekitar 3,6% hingga 4,4%.

Sumber: BeritaSatu.com

loading...
https://thebalidestiny.com/car

Check Also

Ditengok Jokowi, Begini Kondisi Terkini Sirkuit Mandalika

Lombok, YukUpdate – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Iriana Jokowi melanjutkan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Eitss ga bole copas lho !!